
Nasional – Seorang anggota polisi di Polres Dumai, Bripka Sopan Sembiring tewas dengan mulut berbuih di depan tempat hiburan malam (THM) Dream Box, Kota Dumai, Riau pada Kamis (10/3/2025).
Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto membantah Bripka Sopan Sembiring tewas akibat over dosis (OD). “Masih proses di laboratorium untuk memastikan itu (over dosis). Dari hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya indikasi kekerasan maupun over dosis narkoba,” tutur Kombes Anom, Jumat (11/4/2025).
Kombes Anom mengaku kalau saat ini pihaknya akan mengirim data lengkap soal tewasnya Bripka Sopan Sembiring. “Korban sudah diperiksa dan negatif narkoba. Nanti data lengkap akan kami bagikan. Korban ditemukan di depan Dream Box,” terang Kombes Anom.
Dijelaskan Anom, saat kejadian, korban ke tempat hiburan malam tersebut bersama enam orang rekannya. “Saat ini keenam rekan korban yang merupakan anggota sedang diperiksa di Propam Polda Riau dan untuk tujuan (korban ke THM) masih penyelidikan,” kata Anom.
Sementara itu, Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata membenarkan bahwa pria yang ditemukan meninggal dunia di depan tempat hiburan Dream Box merupakan anggota Polres Dumai. “Memang benar seorang laki-laki yang ditemukan di depan Dream Box adalah anggota Polres Dumai,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya indikasi kekerasan maupun over dosis narkoba dalam diri anggota polisi yang ditemukan tewas tersebut. “Atas nama pribadi dan institusi Polres Dumai, saya mengucapkan turut berduka dan berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, dan kami pastikan anggota meninggal dunia bukan dikarenakan oleh kekerasan ataupun OD karena narkoba,” tegas Kapolres.
Kata dia, kronologi sebelum kejadian korban diketahui sempat keluar malam bersama rekan-rekannya. “Memang betul yang bersangkutan pergi bersama rekan-rekannya pada malam itu,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian AKBP Supriyanto bersama dengan dokter spesialis forensik dan medikolegal Dr dr Mohammad Tegar Indrayana sudah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah anggota tersebut.
“Autopsi saat ini tengah dilakukan oleh Tim Kedokteran Forensik Polda Riau serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah ataupun indikasi penggunaan Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif),” jelas Supriyanto.
Ia juga menyebutkan sampel tambahan telah dikirim ke laboratorium forensik untuk mendalami penyebab kematian. “Untuk penyebab anggota polisi di Dumai tewas saat ini akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di Lab Forensik Bareskrim Mabes Polri terhadap beberapa sampel,” ujarnya.